Erapena.com- Aktivis antikorupsi Boalemo, Sahril Anwar Tialo, kembali menegaskan komitmennya untuk mengawal dugaan korupsi perjalanan dinas fiktif di lingkungan DPRD Boalemo Tahun Anggaran 2020–2022. Kasus yang sejak awal menyita perhatian publik itu dinilai memiliki indikasi kuat penyimpangan anggaran yang berpotensi merugikan keuangan daerah.
Sahril menegaskan bahwa dugaan perjalanan dinas fiktif bukan sekadar persoalan administrasi, melainkan tindak pidana korupsi yang terstruktur, karena menyangkut penggunaan anggaran untuk kegiatan yang tidak pernah dilaksanakan.
“Perjalanan dinas fiktif itu bukan kesalahan kecil. Ini kejahatan anggaran. Ada dokumen, ada tanda tangan, ada pencairan, tapi tidak ada kegiatan. Itu namanya korupsi. Rakyat berhak tahu dan berhak mendapatkan keadilan,” tegas Sahril.
Sahril mengungkapkan bahwa kasus tersebut sebenarnya telah masuk pada tahap penyidikan. Namun hingga kini, prosesnya dinilai berjalan lambat dan belum memperlihatkan perkembangan signifikan.
Sahril mempertanyakan lambannya pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat.
“Ini sudah penyidikan, tapi tidak ada progres berarti Tidak ada transparansi. Masyarakat Boalemo jangan dibodohi. Kita harus mendesak Kejaksaan untuk membuka kasus ini seterang mungkin,” ujarnya.
Melihat minimnya perkembangan penyidikan, Sahril memastikan akan menggelar aksi besar dalam waktu dekat di depan Kantor Kejaksaan Negeri Boalemo.
Aksi tersebut akan menjadi bentuk tekanan publik agar aparat penegak hukum mempercepat penanganan kasus dan menindak para pihak yang terlibat.
“Kami akan turun ramai-ramai. Ini uang rakyat, tidak boleh hilang begitu saja. Aksi besar ini adalah bentuk perlawanan terhadap praktik korupsi yang mencoba ditutup-tutupi,” tegasnya.
Sahril juga mengajak seluruh elemen masyarakat Boalemo untuk memberikan dukungan demi memperkuat gerakan antikorupsi yang selama ini digaungkannya.
“Saya meminta dukungan masyarakat Boalemo. Ini bukan hanya perjuangan saya, tapi perjuangan kita semua. Tanpa dukungan rakyat, kasus seperti ini akan mudah dipetieskan,” pungkasnya. (***).













