Erapena.com, Boalemo – Bupati Boalemo Drs. Rum Pagau meminta pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tahun 2026 di sejumlah wilayah Kabupaten Boalemo segera direalisasikan. Hal ini disampaikan saat menerima kunjungan Tim PPK Penyedia Pelaksana Pembangunan KNMP di Rumah Jabatan Bupati Boalemo, Rabu (29/7/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Rum Pagau didampingi Wakil Bupati Boalemo Lahmudin Hambali, S.Sos., M.Si. Tim PPK Penyedia Pelaksana KNMP turut didampingi Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Boalemo Arsad Murad.
Kunjungan tersebut dalam rangka menyampaikan rencana pelaksanaan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih yang akan dilaksanakan di sejumlah wilayah Kabupaten Boalemo.
Bupati Rum Pagau menyambut baik rencana tersebut. Ia menyebut, pada tahun 2026 Kabupaten Boalemo mendapatkan tambahan tujuh lokasi KNMP yang tersebar di lima kecamatan.
Ketujuh lokasi tersebut masing-masing berada di Desa Tabulo Selatan, Kecamatan Mananggu; Desa Tabongo, Kecamatan Dulupi; Desa Patoameme, Kecamatan Botumoito; Desa Girisa, Kecamatan Paguyaman; serta Desa Limba Tihu, Desa Bubaa dan Desa Olibu’u di Kecamatan Paguyaman Pantai.
Menurut Rum Pagau, program KNMP memiliki arti penting bagi masyarakat pesisir, khususnya dalam mendukung peningkatan kesejahteraan serta aktivitas ekonomi masyarakat nelayan.
Namun demikian, Bupati mengingatkan agar pelaksanaan pembangunan tidak mengalami keterlambatan. Pasalnya, waktu efektif pengerjaan proyek dinilai cukup terbatas.
“Alhamdulillah, di Kabupaten Boalemo tahun ini Kampung Nelayan Merah Putih ketambahan tujuh lokasi yang tersebar di lima kecamatan. Saya berharap proyek ini segera dikerjakan, karena waktu pekerjaannya hanya sekitar empat bulan lebih,” ujar Rum Pagau.
Ia menegaskan, saat ini sudah memasuki akhir Juli sehingga waktu yang tersedia untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut semakin terbatas.
Rum Pagau juga meminta pengalaman pembangunan KNMP sebelumnya menjadi bahan evaluasi. Ia menyinggung pekerjaan pembangunan KNMP di Desa Pentadu Barat yang hingga saat ini progresnya disebut baru mencapai sekitar 60 persen, meski seharusnya telah rampung pada Juni 2026.
“Sekarang sudah berada di akhir bulan Juli, berarti empat bulan ke depan efektif waktunya untuk penyelesaian proyek ini. Jangan sampai seperti pekerjaan pembangunan KNMP di Desa Pentadu Barat, pekerjaan baru 60 persen, seharusnya pekerjaan proyek ini sudah berakhir di bulan Juni,” tegasnya.
Bupati berharap seluruh pihak yang terlibat dapat bekerja secara maksimal sehingga pembangunan tujuh lokasi KNMP tersebut dapat diselesaikan tepat waktu dan segera dimanfaatkan oleh masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan agar pembangunan tidak hanya selesai secara administratif, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat nelayan di Kabupaten Boalemo.













