HLM TPID Boalemo Bersama BI, Rum Pagau Soroti Harga Barito Pemicu Inflasi

Erapena.com- Pemerintah Kabupaten Boalemo bersama Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Gorontalo membahas langkah strategis pengendalian inflasi daerah dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Boalemo.

Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Gorontalo, Selasa (20/5/2025), dengan melibatkan sejumlah pihak terkait, mulai dari pemerintah daerah, BPS, Bulog, Pertamina hingga pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Boalemo Drs. Rum Pagau, Kepala BI Perwakilan Provinsi Gorontalo Bambang Setya Permana, Kepala BPS Kabupaten Boalemo Muhammad Syaiful, SST, M.E., M.Econ, Sekretaris Daerah Prof. Dr. Ir. Nurdin Baderan, SP, M.Si, Asisten II Dr. Sherman Moridu, S.Pd, MM, pihak Bulog, Pertamina serta sejumlah pimpinan OPD.

Dalam kesempatan itu, Bupati Boalemo Rum Pagau menegaskan bahwa pengendalian inflasi merupakan salah satu tanggung jawab penting pemerintah daerah, terutama dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Rum Pagau mengatakan, keberadaan BI di Provinsi Gorontalo memberikan kemudahan bagi pemerintah daerah dalam memperoleh informasi mengenai perkembangan harga pangan secara lebih cepat, termasuk komoditas yang berpengaruh terhadap inflasi di Kabupaten Boalemo.

“Kami sangat bersyukur Bank Indonesia sudah ada di Provinsi Gorontalo. Dengan keberadaan BI, kami bisa secepatnya mengetahui perkembangan harga pangan harian terkait komoditas di wilayah Provinsi Gorontalo, lebih khusus di Kabupaten Boalemo,” ujar Rum Pagau.

Rum mengatakan, Pemerintah Kabupaten Boalemo selama ini terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga pangan di sejumlah pasar.

Selain monitoring harga, pemerintah daerah juga menggelar pasar murah sebagai salah satu langkah untuk menjaga stabilitas harga dan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Bahkan, pada momentum Ramadan lalu, Pemkab Boalemo bersama Polda Gorontalo membuka toko inflasi di setiap kecamatan.

Menurut Rum Pagau, langkah tersebut memberikan dampak positif terhadap masyarakat, khususnya dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan bahan kebutuhan pokok.

“Alhamdulillah, dengan dibukanya toko inflasi di setiap kecamatan mempunyai dampak positif,” katanya.

Namun demikian, pemerintah daerah juga memberi perhatian khusus terhadap sejumlah komoditas yang dinilai cepat memengaruhi pergerakan inflasi, terutama bawang, rica dan tomat atau yang dikenal masyarakat dengan istilah Barito.

Rum Pagau menyebut komoditas tersebut menjadi salah satu pemicu perubahan harga kebutuhan pokok di pasar.

“Barito ini pemicu inflasi yang sangat cepat. Sehingga kami selalu memberikan wejangan kepada para petani, khususnya petani Barito, yaitu bawang, rica dan tomat. Komoditas ini yang sering memicu inflasi kebutuhan pokok sehari-hari di pasar,” jelasnya.

Karena itu, Pemkab Boalemo terus melakukan monitoring terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus perkembangan harga komoditas pangan yang berpotensi memberikan tekanan terhadap inflasi.

Rum Pagau juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Gorontalo yang telah melibatkan Pemerintah Kabupaten Boalemo dalam pembahasan pengendalian inflasi daerah.

Ia berharap koordinasi dan sinergi antara pemerintah daerah dan BI dapat terus diperkuat, terutama dalam memantau perkembangan harga pangan di Kabupaten Boalemo.

“Kami selaku Pemerintah Daerah berharap kepada Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Gorontalo agar tetap melakukan monitoring terhadap perkembangan harga pangan di wilayah Kabupaten Boalemo,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *