Sekolah Rakyat Boalemo Hadapi Penurunan Siswa, Bupati Minta Segera Dibenahi

Erapena.com- Pemerintah Kabupaten Boalemo mulai mengevaluasi keberlangsungan program Sekolah Rakyat menyusul berkurangnya jumlah siswa yang bertahan dalam program tersebut.

Evaluasi itu dibahas dalam rapat penyelenggaraan Sekolah Rakyat yang dipimpin langsung Bupati Boalemo Drs. Rum Pagau, bertempat di Aula Kantor Camat Wonosari, Kamis (21/5/2026).

Rapat tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Boalemo Lahmudin Hambali, Ketua DPRD Kabupaten Boalemo, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Bupati Rum Pagau mengungkapkan bahwa jumlah siswa Sekolah Rakyat yang sebelumnya mencapai kurang lebih 70 orang, kemudian menurun menjadi 66 siswa dan kini tersisa 54 siswa yang masih bertahan.

Meski terjadi penurunan jumlah siswa, Rum Pagau menyebut keberlangsungan program tersebut tetap patut disyukuri. Namun, kondisi itu menjadi catatan penting yang harus segera dibenahi oleh pemerintah daerah bersama pihak terkait.

“Walaupun ada kendala menyangkut jumlah siswa yang sebelumnya kurang lebih 70 orang, turun 66 dan sekarang tinggal 54 orang yang bertahan, itu kita syukuri masih jalan dan kita harus benahi kembali,” ujar Rum Pagau

Selain mengevaluasi penyelenggaraan yang sedang berjalan, Pemkab Boalemo juga tengah mempersiapkan pengembangan Sekolah Rakyat Unggulan (SRU) yang berlokasi di Kecamatan Wonosari.

Menurut Rum Pagau, pembangunan SRU tersebut mulai dikerjakan tahun ini. Fasilitas tersebut nantinya diperuntukkan bagi jenjang pendidikan SD, SMP hingga SMA.

Rum menyampaikan, berdasarkan laporan pengawas pelaksana pembangunan, bangunan untuk jenjang SMP dan SMA mulai Juni 2026 sudah dapat dimanfaatkan.

“Untuk kelas 1 SD, kemudian SMP dan SMA mulai bulan Juni ini bangunannya sudah bisa dimanfaatkan, sesuai laporan dari pengawas pelaksana pembangunan Sekolah Rakyat yang ada di Kecamatan Wonosari,” jelasnya.

Di sisi lain, Pemkab Boalemo juga tengah menunggu kedatangan sarana dan prasarana pendukung Sekolah Rakyat.

Rum Pagau menyebut, pada 22 dan 23 Mei 2026, sekitar 20 kontainer berisi sarana dan prasarana akan diturunkan di Pelabuhan Gorontalo. Selanjutnya, barang-barang tersebut ditargetkan tiba di Kecamatan Wonosari pada 25 Mei 2026.

Kedatangan puluhan kontainer tersebut membutuhkan persiapan tempat yang cukup luas. Sebab, sejumlah perlengkapan yang tiba masih dalam kondisi belum dirakit dan membutuhkan proses perakitan sebelum digunakan.

“Barang yang tiba nanti masih dirancang dan disambung-sambung, baik itu meja maupun kursi, sehingga membutuhkan tempat yang luas,” kata Rum.

Karena itu, Bupati meminta organisasi perangkat daerah terkait segera menyiapkan lokasi yang dapat digunakan untuk menampung sekaligus merakit berbagai sarana dan prasarana tersebut.

“Untuk itu saya berharap kepada dinas terkait bisa mempersiapkan tempat-tempat yang digunakan untuk perancangan barang-barang yang tiba nanti di Kecamatan Wonosari,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *