Minim Transparansi, Sapi BUMDes Dimito Kemana ?

Ilustrasi

Erapena.com- Ketidakjelasan keberadaan sejumlah sapi milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Dimito, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, menimbulkan kekhawatiran akan potensi kerugian aset desa.

Hingga kini, beberapa ekor ternak yang sebelumnya dipinjamkan kepada pihak lain belum diketahui keberadaannya secara pasti, sehingga memicu sorotan terhadap transparansi dan akuntabilitas pengelolaan BUMDes.

Pemelihara sapi BUMDes Dimito, Irman, mengungkapkan bahwa lima ekor sapi diambil oleh seseorang bernama Tiaya Eman pada Januari atau Februari 2026, sebelum bulan Ramadan. Pengambilan dilakukan dengan alasan peminjaman.

“Dia datang sendiri dan menyampaikan bahwa sapi tersebut akan dipinjam,” ujar Irman.

Sebelum sapi dibawa, Irman mengaku telah melakukan konfirmasi kepada pengelola BUMDes. Dari komunikasi tersebut, ia menyebut peminjaman itu telah diketahui oleh pihak BUMDes. Namun hingga saat ini, sapi belum juga dikembalikan.

Irman mengatakan, dirinya sudah melaporkan hal itu kepada Ketua BUMDes dan meminta agar ternak segera dikembalikan, tetapi belum ada realisasi.

“Saya sudah sampaikan kepada Ketua BUMDes dan diminta untuk dikembalikan, tetapi sampai sekarang belum ada realisasi,” katanya.

Irman juga mengungkapkan bahwa total sapi yang pernah dikelolanya berjumlah 12 ekor. Namun, dirinya tidak mengetahui secara pasti keberadaan tujuh ekor lainnya.

“Sebagian saya tidak tahu keberadaannya. Saya hanya mencatat jumlahnya, kemudian ada yang ambil,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Irman menegaskan bahwa proses peminjaman sapi tersebut tidak disertai dokumen resmi. Tidak ada surat perjanjian atau administrasi tertulis terkait pengambilan ternak.

“Tidak ada surat peminjaman,” singkat Irman.

Selain itu, Irman mengaku sempat diminta menyerahkan salinan KTP oleh pihak BUMDes, namun tanpa penjelasan terkait tujuan penggunaannya.

“Saya hanya diminta mengirim KTP, tanpa penjelasan lebih lanjut,” tambahnya.

Hingga berita ini turunkan, Ketua BUMDes maupun pihak yang disebut belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan untuk mendapatkan penjelasan menyeluruh terkait keberadaan ternak dan mekanisme pengelolaannya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *