Erapena.com- Diduga pembiaran terhadap maraknya aktivitas pertambangan ilegal yang belakangan meresahkan masyarakat, Nanang Syawal desak kepada pimpinan kepolisian untuk segera mencopot Kapolres Boalemo dari jabatannya.
Nanang Syawal menilai, lemahnya penindakan hukum terhadap aktivitas ilegal ini mengindikasikan adanya kelalaian bahkan diduga ada pembiaran dari aparat penegak hukum di daerah.
“Kami mendesak Kapolda Gorontalo dan Kapolri untuk segera mengevaluasi, bahkan mencopot Kapolres Boalemo. Karena selama ini tidak ada tindakan nyata dalam menghentikan tambang-tambang ilegal yang telah merusak alam Boalemo,” ujar Nanang Syawal, Jumat (26/4/2025).
Nanang juga menambahkan bahwa aktivitas pertambangan liar tersebut telah mengancam kelestarian lingkungan hidup, mencemari sungai, merusak lahan pertanian warga, serta berpotensi menyebabkan bencana ekologis di masa depan.
“Ini bukan hanya soal hukum, ini soal keberlangsungan hidup masyarakat Boalemo. Kami ingin aparat benar-benar berpihak pada rakyat, bukan membiarkan penjahat lingkungan bebas beroperasi,” tegasnya.
Sebagai bentuk keseriusan, Nanang bersama sejumlah pemuda dan aktivis lokal berencana menggelar aksi demonstrasi di depan Polres Boalemo dan akan menyurati langsung Kapolda Gorontalo serta Kapolri dalam waktu dekat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polres Boalemo belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan tersebut.
TNI Bertindak
Baru-baru ini, masyarakat Boalemo dihebohkan dengan penertiban yang dilakukan oleh pihak TNI.
Dikutip dari media wakilrakyat.co, bahwa penertiban dilakukan oleh anggota Kodim 1316/Boalemo.
Diketahui ada 11 alat excavator yang ditertibkan oleh anggota kodim dengan cara mencabut kunci excavator.













