Isu Keterlambatan Pencairan Gaji TPP, Sutriyani Angkat Bicara : Itu Tidak Benar 

Erapena.com- Soal isu keterlambatan pembayaran gaji TPP yang dikeluhkan oleh sejumlah pegawai yang berada Dinas kesehatan kabupaten Boalemo, mendapat tanggapan dari kepala Dinas kesehatan kabupaten Boalemo Sutriyani Lumula.

Kepada awak media, Sutriyani Lumula mengatakan, keterlambatan pembayaran gaji Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) itu tidak benar.

Dijelaskan Sutriyani, seluruh proses administrasi keuangan telah berjalan sesuai dengan aturan dan tahapan yang berlaku.

“Kami memahami keresahan pegawai, namun perlu ditegaskan bahwa proses pencairan dana, termasuk TPP dan gaji honorer, memiliki alur dan syarat administrasi yang harus dipenuhi. Tidak bisa serta-merta langsung dicairkan tanpa kelengkapan dokumen,” ujar Sutriyani via telepon Whatsapp, Senin 14 Juli 2025.

Sutriyani juga menyampaikan, Sebelum pemberitaan yang menyoroti soal pembayaran TPP, posisi tagihan telah diaprove.

“Bahkan, sebelum berita yang menyoroti perihal TPP ini ditayangkan, posisi tagihan tersebut telah diaprove,” tegasnya.

Menurut Kadis Surtiyani, proses tersebut dilakukan secara kolektif dan terintegrasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk sekretariat dinas, bidang teknis, hingga BPKAD.

“Tidak benar kalau semua tergantung satu orang. Ini sistem tim. Setiap dokumen harus melewati verifikasi berjenjang, dan kadang ada kekurangan data atau revisi dari unit kerja pengusul yang membuat proses perlu waktu,” jelasnya.

Terkait narasi yang menyebutkan adanya unsur ‘suka-suka’ dalam pelayanan keuangan, Sutriyani menyebut, hal itu sebagai tudingan yang tidak berdasar dan cenderung menyudutkan secara personal.

Pihaknya, kata dia, saat ini sedang melakukan evaluasi internal guna memastikan agar pelayanan keuangan kepegawaian berjalan lebih efektif dan transparan ke depan.

“Kami terus membenahi sistem, memperkuat koordinasi antar bidang, dan memastikan hak-hak pegawai tetap menjadi prioritas. Jangan sampai ada misinformasi yang merusak semangat kerja bersama,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *