Mengawal Integritas di Boalemo: Semangat Hakordia 2025 dari Kejari untuk Negeri

Erapena.com- Selasa pagi, 9 Desember 2025, halaman Kantor Kejaksaan Negeri Boalemo terasa berbeda. Udara Tilamuta yang biasanya tenang mendadak dipenuhi warna, suara, dan semangat.

Para pegawai Kejari berdiri khidmat mengikuti upacara Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) yang tahun ini mengusung tema “Berantas Korupsi Untuk Kemakmuran Rakyat.”

Bagi Kejari Boalemo, Hakordia bukan sekadar seremoni. Ada pesan besar yang ingin disampaikan bahwa pemberantasan korupsi adalah tanggung jawab bersama dan harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Mendekat ke Masyarakat Lewat Kampanye Anti Korupsi

Usai upacara, para jaksa dan pegawai Kejari turun langsung ke pusat-pusat keramaian Kota Tilamuta. Mereka membagikan stiker, menyapa pengguna jalan, dan mengajak masyarakat ikut berperan memerangi korupsi melalui tindakan kecil seperti berani menolak gratifikasi, menjaga transparansi, hingga melapor jika melihat penyimpangan.

Wajah-wajah masyarakat terlihat antusias. Seorang pengendara motor bahkan sempat berujar, “Kegiatan begini bikin kita merasa Kejaksaan itu dekat dan peduli.”

Dan memang, itulah yang ingin dibangun kehadiran Kejari yang tidak jauh dari kehidupan publik.

Selain kampanye, Kejari juga menggelar penyuluhan hukum bagi tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, hingga aparat desa dan kecamatan. Kegiatan ini berlangsung hangat, penuh diskusi tentang bagaimana mencegah korupsi mulai dari tingkat pemerintahan paling bawah.

Tahun Penuh Kerja Keras

Di balik rangkaian peringatan Hakordia, ada capaian yang tak kalah membanggakan. Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus, Dedykarto Ansiga, SH, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, Kejari Boalemo berhasil melampaui target penanganan perkara tindak pidana korupsi.

Dari penyelidikan, penyidikan, hingga penuntutan dan eksekusi, semua indikator kerja terealisasi lebih tinggi dari target. Bahkan, sekitar Rp700 juta uang pengganti berhasil dikembalikan ke kas negara dari beberapa terpidana.

Ini bukan hanya angka. Bagi Kejari, setiap rupiah yang kembali berarti harapan baru bagi pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, dan pembangunan daerah.

Drama Kasasi yang Menarik Perhatian Publik

Tahun ini, ada satu kisah yang cukup menyita perhatian. Perkara dengan terdakwa Darwis Moridu sempat mengundang tanda tanya setelah ia dibebaskan oleh Pengadilan Tipikor Gorontalo, sementara enam terdakwa lainnya dinyatakan bersalah.

Namun, Kejari Boalemo memilih tidak menyerah. Dengan keyakinan bahwa putusan tersebut kurang tepat, Jaksa Penuntut Umum mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Hasilnya, MA justru mengabulkan kasasi dan memberikan hukuman lebih berat dari tuntutan sebelumnya.

Putusan ini menjadi pengingat bahwa keadilan sering kali membutuhkan perjuangan panjang dan keteguhan sikap.

Menutup 2025 dengan Komitmen

Momentum Hakordia 2025 menjadi penanda bahwa Kejari Boalemo ingin selalu hadir sebagai garda terdepan pemberantasan korupsi di daerah.

Eksekusi terhadap putusan-putusan yang sudah inkrah akan dilaksanakan dalam pekan ini, memastikan setiap proses hukum berjalan sebagaimana mestinya.

Di tengah suasana Tilamuta yang teduh, pesan Hakordia dari Kejari Boalemo terasa kuat. Pemberantasan korupsi bukan hanya soal menindak, tetapi soal menjaga harapan masyarakat agar hidup lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *