Erapena.com, Gorontalo- Dengan beredarnya unggahan video viral di media sosial memperlihatkan oknum anggota DPRD Provinsi Gorontalo mendapat sorotan dari aktivis.
Video kontroversial yang memperlihatkan seorang anggota DPRD provinsi Wahyu Moridu, melontarkan pernyataan “Kita rampok aja uang negara ini kan. Kita habiskan aja, biar negara ini makin miskin,” kini menuai kecaman luas dari masyarakat. Ucapan itu dinilai mencoreng marwah lembaga legislatif dan semakin mempertebal citra buruk wakil rakyat di mata publik.
Tak hanya itu, Wahyu Moridu juga sebelumnya disebut-sebut dalam dugaan kasus korupsi perjalanan dinas (Perdis) fiktif DPRD Boalemo periode 2019–2024. Dugaan keterlibatan dalam kasus tersebut makin memperburuk citra dirinya sebagai pejabat publik.
Aktivis muda Gorontalo, Sahril Anwar Tialo, mendesak Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Gorontalo segera memproses ucapan kontroversial tersebut sebagai pelanggaran kode etik. Menurutnya, BK memiliki kewenangan memberikan rekomendasi sanksi, termasuk usulan pemberhentian.
“Pernyataan Wahyu jelas merendahkan rakyat Gorontalo. BK jangan diam, segera sidangkan dan keluarkan rekomendasi tegas. Setelah itu, partai politik harus berani ambil sikap tegas dengan memecat kadernya yang sudah berulang kali mencoreng nama baik rakyat,” tegas Sahril.
Ia menegaskan, mekanisme pemberhentian anggota DPRD memang membutuhkan peran partai politik yang mengusung. Namun, BK DPRD bisa menjadi pintu awal untuk memberikan tekanan moral dan kelembagaan.
“Kalau BK dan partai sama-sama diam, publik akan menilai mereka turut melindungi kader bermasalah. Ini sangat berbahaya bagi demokrasi kita,” lanjutnya.
Publik kini menunggu langkah nyata, baik dari BK DPRD Provinsi Gorontalo maupun partai politik yang menaungi Wahyu Moridu. Desakan agar ada sanksi tegas terus menggema, seiring dengan tuntutan agar wakil rakyat benar-benar menjaga integritas, bukan mempermainkan kepercayaan rakyat.













