Vendor Diberhentikan Lewat WhatsApp, Pengelolaan Permakanan Sekolah Rakyat Boalemo Dipertanyakan 

Erapena.com- Pengelolaan penyediaan makanan bagi siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Boalemo kembali menjadi sorotan.

Salah satu pihak ketiga atau vendor penyedia makanan mengaku diberhentikan secara sepihak dan mendadak oleh pihak sekolah.

Hal tersebut diungkapkan perwakilan vendor, Astima Alamri, pada Rabu, 19 Agustus 2026.

Astima menyayangkan keputusan tersebut lantaran dinilai menimbulkan kerugian bagi pihaknya, terutama karena sejumlah bahan makanan telah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan siswa.

Astima mengaku, pemberhentian tersebut disampaikan Kepala Sekolah hanya melalui pesan WhatsApp.

Menurut Astima, pihak vendor tidak pernah diundang untuk membicarakan persoalan tersebut sebelum keputusan penggantian penyedia makanan dilakukan.

“Kami sudah berusaha membantu pihak Sekolah Rakyat dengan menyediakan makanan, tapi tiba-tiba diberhentikan secara sepihak dan mendadak oleh kepala sekolah hanya melalui pesan WhatsApp tanpa mengundang kami sebagai penyedia makanan. Kemudian diganti dengan vendor lain yang merupakan kerabat kepala sekolah,” Ungkap Astima.

Tak hanya soal pemberhentian, Astima juga mengaku hingga saat ini pihak vendor belum menerima pembayaran atas makanan dan bahan yang telah disiapkan untuk kebutuhan siswa.

“Kami belum dibayar seperpun oleh pihak Sekolah Rakyat, malah tiba-tiba diganti oleh vendor lain,” ujarnya.

Astima mengatakan, kondisi tersebut tidak hanya menimbulkan kerugian secara materi, tetapi juga memunculkan pertanyaan mengenai mekanisme pengelolaan konsumsi bagi para siswa Sekolah Rakyat.

Pihak vendor menduga proses pengambilan keputusan terkait penyediaan makanan tidak sepenuhnya berjalan melalui mekanisme yang semestinya.

Mereka juga mempertanyakan dugaan keterlibatan langsung Kepala Sekolah dalam menentukan pergantian penyedia makanan.

Atas persoalan tersebut, pihak vendor meminta Pemerintah Kabupaten Boalemo turun tangan untuk mengklarifikasi sekaligus menyelesaikan persoalan yang terjadi.

“Kami berharap Pemerintah daerah segera mengambil tindakan atas kondisi ini. Kami belum dibayar, kami dirugikan, tapi tiba-tiba kami digantikan oleh vendor lain dengan hanya pemberitahuan melalui pesan WhatsApp,” harapnya.

Dugaan bahwa vendor pengganti memiliki hubungan kekerabatan dengan Kepala Sekolah juga menjadi salah satu poin yang diminta untuk diklarifikasi. Namun, tudingan tersebut masih sebatas pernyataan dari pihak vendor dan membutuhkan penjelasan dari pihak sekolah maupun pihak terkait.

Hingga berita ini diterbitkan, media masih berupaya menghubungi pihak Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Boalemo untuk memperoleh konfirmasi dan penjelasan terkait pemberhentian vendor, pembayaran makanan yang disebut belum diterima, serta dugaan adanya hubungan kekerabatan dengan vendor pengganti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *