Erapena.com- Dengungan mesin excavator kini menjadi lagu sumbang di banyak daerah. Setiap dentumannya menandai luka di tubuh bumi ketika hukum kerap kalah oleh kerakusan.
Sungai mengeruh, hutan terkelupas, dan tanah kehilangan warna aslinya. Di balik kilau hasil tambang ilegal, tersimpan kisah getir tentang alam yang dirampas dan masa depan yang digadaikan.
Tambang ilegal bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan cermin buram dari lemahnya moral dan tata kelola. Banyak operasi tambang berjalan di bawah hidung aparat, bahkan di kawasan yang seharusnya dilindungi.
Di wilayah Gorontalo, pola yang sama terus berulang. Alat berat beroperasi tanpa izin, sementara aparat dan pemerintah daerah seolah-olah hanya diam atau sekadar menonton. Dalam diam itulah, air sungai tercemar, dan kampung kehilangan sumber kehidupan.
Saat Mesin Bekerja alam Menjerit, itulah Ironi Tambang Ilegal yang Tak Pernah Usai.
Yang paling ironisnya lagi, masyarakat di sekitar lokasi tambang kerap dijadikan tameng. Mereka diajak bekerja tanpa perlindungan, diberi imbalan sesaat lalu ditinggalkan ketika tanah rusak dan air tak lagi bisa dimanfaatkan.
Dibelakang layar para cukong tambang menikmati hasil besar tanpa pernah merasakan derita yang mereka tinggalkan. Inilah wajah ketimpangan baru, segelintir orang mengeruk keuntungan, sementara banyak yang menanggung akibatnya.
Pemerintah dan aparat penegak hukum tidak bisa lagi hanya bersuara setelah kerusakan terjadi. Penertiban harus dilakukan menyeluruh dari hulu hingga hilir, dari penyandang modal hingga jaringan distribusi hasil tambang.
Dengungan excavator seharusnya menjadi alarm bukan latar suara keseharian. Kita tak boleh membiarkan bumi terus menjerit sementara hukum menutup telinga.
Yang lebih menyedihkan, praktik tambang ilegal sering kali melibatkan jaringan kuat entah pengusaha berpengaruh atau aparat sendiri. Maka tak heran jika ketika masyarakat bersuara, yang muncul justru ancaman, bukan penindakan. Ketika hukum kehilangan taringnya, keadilan menjadi barang langka.
Dampak dari tambang ilegal tak hanya merusak alam. Namun bisa menghancurkan kehidupan masyarakat yang ada di sekitar lokasi tambang, seperti sungai tercemar, lahan pertanian rusak, udara berdebu, dan konflik sosial muncul, semua demi keuntungan segelintir orang.
Sudah saatnya Penegakan hukum harus dilakukan dengan tegas dan transparan. Jangan hanya menindak pelaku di lapangan, tapi juga otak di balik operasi tambang ilegal. Sebab jika hukum terus dibiarkan tumpul ke atas dan tajam ke bawah, maka yang hilang bukan hanya kekayaan alam, tetapi juga martabat bangsa.





