Minta Pulang Paksa, Bayi Penderita Diare Akhirnya Tetap Dirawat Berkat Edukasi Kapus Pangi 

Erapena.com- Pendekatan humanis yang dilakukan oleh kepala puskesmas pangi, Zurriyah Iqdam Musa, S.Kep., akhirnya membuahkan hasil.

Seorang bayi penderita diare asal Desa Tangga Barito, Kecamatan Dulupi, kabupaten Boalemo yang sebelumnya hampir dibawa pulang paksa oleh pihak keluarga, akhirnya tetap melanjutkan perawatan setelah dilakukan komunikasi dan edukasi secara intensif.

Awalnya, kakek pasien menyampaikan keinginan untuk membawa cucunya pulang sebelum dinyatakan layak oleh tenaga medis.

Namun, melalui pendekatan persuasif dan penjelasan mengenai kondisi pasien serta risiko yang dapat ditimbulkan apabila pengobatan dihentikan, pihak keluarga akhirnya memahami pentingnya melanjutkan perawatan.

“Alhamdulillah, setelah diberikan penjelasan dan komunikasi yang baik, keluarga dapat memahami kondisi pasien dan memutuskan untuk tidak melakukan pulang paksa,” ujar Kapus Zia sapaan akrabnya.

Kapus Zia menegaskan bahwa komunikasi yang baik antara tenaga kesehatan dan keluarga pasien menjadi bagian penting dalam pelayanan. Selain memberikan pengobatan, petugas juga terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya penanganan medis, khususnya pada bayi dan balita yang mengalami diare.

Kapus Zurriyah menjelaskan, Diare pada bayi dan balita bukanlah penyakit yang dapat dianggap sepele. Kondisi ini dapat menyebabkan dehidrasi berat dalam waktu singkat dan berpotensi mengancam keselamatan jiwa apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat.

Bahkan, lanjut Kapus Zia, diare masih menjadi salah satu penyebab utama kematian pada balita di Indonesia.

Karena itu, dirinya mengimbau kepada masyarakat agar tidak menghentikan pengobatan sebelum pasien dinyatakan membaik oleh petugas medis.

Melalui pelayanan yang mengedepankan komunikasi, empati, dan edukasi kepada keluarga pasien, Kapus Zurriyah berharap kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan terus meningkat, sehingga setiap pasien, terutama bayi dan balita, dapat memperoleh penanganan yang optimal demi keselamatan dan kesehatannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *