Erapena.com- Polemik Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Tangga Barito memasuki babak baru.
Kepala Desa Tangga Barito, Kecamatan Dulupi, Boalemo, Husin Pomolango, mengungkap dugaan adanya upaya membungkam penolakan terhadap aktivitas tambang ilegal.
Husin mengaku pernah didatangi seseorang yang diduga berkaitan dengan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Huwata, Molili’ulo KM 43.
Dalam pertemuan tersebut, Kata Husin, pembicaraan sempat mengarah pada pemberian sejumlah uang. Namun, dirinya menolak segala bentuk upaya tersebut karena khawatir terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan aktivitas pertambangan ilegal.
Dijelaskan Husin, PETI di wilayah Huwata tidak hanya berdampak bagi Desa Tangga Barito, tetapi juga berpotensi mengancam kelestarian lingkungan hingga fungsi Bendungan Paguyaman.
“Kami sudah pernah ditawari akan diberikan uang, Pak, tapi kami menolak dengan tegas. Ada satu bos yang datang langsung ke rumah. Memang tidak secara langsung menawarkan uang, tapi arah pembicaraannya sudah ke situ. Saya tidak mau. Saya bilang PETI ini dampaknya ke Tangga Barito dan ke Bendungan Paguyaman pasti akan fatal. Jadi saya tetap tidak setuju ada aktivitas PETI di sini,” tegas Husin.
Di tengah penolakan tersebut, aktivitas PETI di kawasan Huwata justru terinformasi terus mengalami peningkatan. Jika sebelumnya jumlah alat berat yang beroperasi sebanyak empat unit, kini bertambah menjadi enam unit excavator.
Husin membenarkan informasi tersebut. Hingga Jumat (24/7/2026), enam unit excavator disebut masih beroperasi di lokasi PETI Huwata.
“Ada, Pak. Nama lokasinya Huwata. Di lokasi tersebut sekarang ada enam excavator,” ujarnya.
Bertambahnya alat berat memicu kekhawatiran masyarakat. Aktivitas penambangan emas tanpa izin dinilai berpotensi memperparah kerusakan lingkungan, mencemari aliran sungai, mempercepat sedimentasi, serta mengganggu fungsi Bendungan Paguyaman.
Selain itu, Sungai Molili’ulo yang menjadi jalur transportasi warga juga dikhawatirkan terdampak.
Sebelumnya, Polres Boalemo telah melakukan penindakan terhadap aktivitas PETI di kawasan tersebut dan mengamankan sejumlah alat berat. Saat ini, perkara itu masih dalam tahap penyelidikan dan penyidikan.
Menanggapi informasi adanya penambahan jumlah excavator di lokasi PETI Huwata, pihak Polres Boalemo menyatakan akan menindaklanjuti laporan tersebut sebagai bagian dari proses penegakan hukum yang sedang berjalan.













