PKM Pangi Gandeng PMI Boalemo Gelar Donor Darah Sukarela, 9 Kantong Darah Berhasil Dikumpulkan 

Erapena.com- Upaya menjaga ketersediaan stok darah di Kabupaten Boalemo terus dilakukan.

Puskesmas Pangi bersama Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Boalemo menggelar kegiatan donor darah sukarela yang melibatkan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Pangi.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara Puskesmas Pangi dan PMI Kabupaten Boalemo dalam membangun kepedulian sosial sekaligus memastikan kebutuhan darah bagi pasien dapat terpenuhi.

Meski antusiasme masyarakat mulai terlihat, hasil skrining menunjukkan masih banyak warga yang belum memenuhi syarat sebagai pendonor.

Dari 19 peserta yang mengikuti pemeriksaan kesehatan, hanya 9 orang yang dinyatakan lolos dan berhasil mendonorkan darahnya. Sementara 10 peserta lainnya belum dapat melakukan donor karena alasan medis.

Kepala Puskesmas Pangi, Zurriyah Iqdam Musa, S.Kep., menjelaskan, donor darah bukan hanya memberikan harapan hidup bagi pasien yang membutuhkan transfusi, tetapi juga membawa manfaat bagi kesehatan pendonor.

Lebih lanjut, Kapus Zurriyah menyampaikan, Selain merangsang pembentukan sel darah baru, donor darah dapat membantu menjaga kesehatan jantung dengan mengurangi kadar zat besi berlebih serta memberikan kesempatan menjalani pemeriksaan kesehatan gratis, seperti pengecekan tekanan darah, kadar hemoglobin (Hb), hingga skrining penyakit menular.

“Donor darah adalah aksi kemanusiaan yang manfaatnya dirasakan oleh dua pihak, baik penerima maupun pendonor. Karena itu kami berharap kesadaran masyarakat terus meningkat untuk rutin mendonorkan darah,” ujarnya.

Dikesempatan itu, Kapus Zurriyah menyampaikan apresiasi kepada sembilan pendonor yang telah berhasil menyumbangkan darahnya. Mereka dinilai sebagai pahlawan kemanusiaan yang telah berkontribusi menjaga ketersediaan stok darah di UTD PMI Kabupaten Boalemo.

Ke depan, Lanjut Kapus Zia sapaan akrab, kegiatan donor darah sukarela diharapkan dapat dilaksanakan secara rutin dengan dukungan seluruh elemen masyarakat. Semakin banyak warga yang menjadi pendonor, semakin terjamin pula ketersediaan darah bagi pasien yang membutuhkan pelayanan medis darurat maupun tindakan operasi.

Pihaknya juga mengajak masyarakat untuk tidak menunggu saat ada keluarga yang membutuhkan darah. Donor darah diharapkan menjadi bagian dari gaya hidup sehat sekaligus bentuk kepedulian terhadap sesama, karena satu kantong darah yang didonorkan dapat menjadi harapan hidup bagi orang lain. (Eca).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *