ERAPENA.COM-Tiga guru di kabupaten Boalemo, Gorontalo jadi tranding topik dikalangan pendidikan. Dikabarkan 3 Guru tersebut dimutasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Boalemo.
Diketahui mutasi yang dilakukan terhadap 3 guru, berawal dari curhat di media sosial (Medsos).
Dalam video viral, diperlihatkan ada beberapa oknum guru yang curhat karena sudah beberapa bulan gaji dan tunjangan mereka belum dibayarkan.
Kepada Erapena.com, Pejabat Sekretaris Daerah Kabupaten Boalemo, Rahmat Biya, bantah soal mutasi kepada 3 orang guru tersebut.
“Memang kemarin itu bukan SPT, dan saya tidak pernah menerbitkan SPT, itu hanya Nota dinas,” tegas Rahmat Saat diwawancarai, Sabtu 15 Juni 2024.
Dijelaskan Rahmat, Nota dinas itu dalam rangka pembinaan bagi 3 orang guru tersebut.
“Karena mereka ini ada sedikit melenceng dari norma-norma yang diatur sebagai ASN. Tapi sifat mereka hanya sementara dan sekarang sudah dikembalikan ke sekolah masing-masing,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu guru yang tak ingin disebutkan membenarkannya, bahwa Nota dinas yang sempat disampaikan kepada 3 orang guru, itu sudah ditarik kembali.
“Alhamdulillah hari ini sudah menyelesaikan semua pak, sudah selesai dengan dinas pendidikan, sudah selesai dengan pak sekda Alhamdulillah sudah ketemu hasilnya, nota dinasnya sudah ditarik kembali baru kemudian kami akan membuat video klarifikasi dimana masalah ini sudah selesai semua,” katanya saat diwawancarai melalui via telepon.
Ia juga menambahkan, bahwa dirinya bersama dua temanya, sudah kembalikan ke sekolah.
“Jadi kami sudah dikembalikan ulang ke sekolah di SMP 9 Dulupi, jadi kami sepertinya dikembalikan ulang ke sekolah,” tambahnya.
“Dan itu hasil rapat kami dengan pak sekda bersama pihak dinas pendidikan. Kami di undang oleh pak sekda di ruangannya pak, dan Alhamdulillah sudah ada titik temu dari masalah kemarin, sudah clear semua,” tutupnya.













