Erapena.com- Upaya pencegahan dan penanganan stunting terus diperkuat melalui sinergi antara pemerintah desa dan tenaga kesehatan.
Hal tersebut dilakukan melalui kegiatan Rembuk Stunting yang dilaksanakan di Desa Pangi, Kecamatan Dulupi, Kabupaten Boalemo, Senin 14 September 2026.
Adapun Kegiatan ini menjadi salah satu langkah penting dalam membangun komitmen bersama untuk menekan angka stunting serta meningkatkan kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anak di wilayah Desa Pangi.
Dalam kegiatan tersebut, Puskesmas Pangi turut hadir melalui Koordinator Gizi Revina Alkatiri, A.Md.Gz dan Penanggung Jawab (PJ) Gizi Desa Pangi, Nindriani Yusg, A.Md.Gz.
Kepala Puskesmas Pangi, Zurriyah Iqdam Musa, S.kep., M.KM., menjelaskan, rembuk Stunting menjadi ruang koordinasi untuk membahas berbagai upaya pencegahan stunting, mulai dari pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak, pemenuhan kebutuhan gizi, hingga penguatan peran keluarga dan masyarakat dalam menjaga kesehatan ibu dan anak.
Kapus Zurriyah menekankan, bahwa pencegahan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, termasuk pemerintah desa, kader kesehatan, keluarga serta masyarakat.
“Melalui kolaborasi tersebut, berbagai langkah intervensi diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah, khususnya terhadap ibu hamil, bayi, balita dan kelompok masyarakat yang berisiko mengalami masalah gizi,” jelasnya.
Kapus Zia berharap, Kegiatan Rembuk Stunting di Desa Pangi dapat menghasilkan komitmen dan langkah konkret bersama dalam pencegahan stunting, sehingga upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat dapat terus diperkuat secara berkelanjutan.













