Erapena.com- Di tengah musim kemarau yang menyebabkan debit air di sejumlah wilayah mengalami penurunan. Perumda Air Minum Tirta Boalemo terus berupaya memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Dengan keterbatasan armada, PDAM saat ini mengandalkan satu unit mobil tangki untuk mendistribusikan air bersih ke sejumlah wilayah terdampak kekeringan.
Bahkan, pelayanan dilakukan hingga malam hari agar kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi.
Direktur Perumda Air Minum Tirta Boalemo, Hariyono Bokingo, mengatakan, satu unit mobil tangki setiap harinya mendistribusikan sekitar 40.000 liter air bersih atau setara dengan kurang lebih delapan kali pengisian.
“Dengan kondisi saat ini mari kita jaga kelestarian air, mari kita jaga kesinambungan pelayanan Perumda kepada masyarakat,” kata Hariyono kepada media, Kamis (10/9/2026).
Hariyono mengatakan, kondisi musim kering membuat pelayanan distribusi air melalui mobil tangki harus dilakukan secara maksimal. Saat ini, terdapat empat kecamatan yang mendapat pelayanan distribusi air bersih menggunakan armada tersebut.
Keempat wilayah itu, lanjut Hariyono, Kecamatan Paguyaman, sebagian wilayah Kecamatan Dulupi, Kecamatan Tilamuta, dan Kecamatan Mananggu.
Untuk Kecamatan Dulupi, distribusi dilakukan ke Desa Tanah Putih dan Desa Pangi. Sementara di Kecamatan Tilamuta, pelayanan mencakup wilayah Lahumbo Dusun IV. Sedangkan di Kecamatan Mananggu, distribusi air bersih dilakukan ke Desa Batu Buaya, Desa Keramat dan sejumlah wilayah lainnya.
Hariyono mengimbau seluruh pelanggan agar menggunakan air secara bijak dan menghemat penggunaan air, mengingat debit sumber air mengalami penurunan akibat musim kemarau.
“Kami berharap semua pelanggan bisa menghemat penggunaan air dan menggunakan air secara bijak,” ujarnya.
Hariyono juga meminta masyarakat segera melaporkan kepada petugas PDAM apabila menemukan kebocoran pada instalasi air, baik di dalam rumah maupun di sekitar lingkungan tempat tinggal.
Sebab, kata Hariyono, laporan tersebut penting untuk mencegah pemborosan air di tengah kondisi sumber air yang semakin terbatas.
“Kalau ada kebocoran di instalasi air yang ada di rumah maupun di depan rumah, tolong diinformasikan kepada petugas PDAM,” ungkapnya.
Hariyono juga mengingatkan, masyarakat yang menjadi sasaran distribusi air tangki agar menyiapkan tempat penampungan yang memadai. Hal itu diperlukan agar air yang didistribusikan dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Dikhawatirkan Hariyono, apabila wilayah terdampak kekeringan semakin meluas, keterbatasan armada dapat membuat waktu distribusi menjadi lebih panjang.
“Jangan sampai yang tadinya hanya empat kecamatan yang kami layani dengan mobil tangki, kemudian meluas sampai tujuh kecamatan. Kalau itu terjadi, pendistribusian air membutuhkan waktu lebih lama, bahkan bisa tujuh hari sekali kami datang di masing-masing kecamatan,” ujarnya.
Karena itu, Hariyono kembali mengajak masyarakat bersama-sama menjaga ketersediaan air dengan mengurangi penggunaan yang tidak diperlukan serta segera melaporkan setiap kebocoran instalasi kepada pihak PDAM.
“Kita bersama-sama menjaga kelestarian air dan kesinambungan pelayanan Perumda kepada masyarakat,” tutupnya.













