Erapena.com- Terkait Polemik turnamen sepak bola Dulupi cup U-20 yang dihentikan karena dugaan manipulasi data pemain, Plt, Askab Boalemo Sihanouk Is Manto akhirnya angkat bicara.
Plt Askab PSSI Boalemo, Sihanouk Is Manto Mengatakan, Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Boalemo merekomendasikan untuk menghentikan pelaksanaan turnamen Dulupi Cup kelompok umur 20 tahun, menyusul eskalasi situasi keamanan usai keputusan diskualifikasi terhadap tim tuan rumah, Dulupi FC.
Hal tersebut disampaikan langsung dalam konferensi pers pada Selasa, 24 Juni 2025.
Keputusan pemberhentian turnamen ini bermula dari laporan protes yang diajukan oleh tim GAME FC asal Desa Lahumbo, terkait dugaan pelanggaran administrasi oleh salah satu pemain Dulupi FC.
Setelah dilakukan penelusuran oleh tim teknis, ditemukan bahwa pemain yang terdaftar sebagai kelahiran 2005 ternyata berusia lebih tua, yakni kelahiran 2003.
Maka dari itu, Sihanouk Is Manto memberikan sanksi berdasarkan regulasi PSSI.
“Jika kecurangan ditemukan setelah kompetisi selesai, PSSI tetap memiliki kewenangan untuk memberikan sanksi, meskipun hasil kompetisi sudah diumumkan,” ungkap Sihanouk Is Manto.
Tak hanya itu, Setelah keputusan tersebut, muncul berbagai ancaman dari sejumlah tokoh masyarakat Dulupi, manajer tim, bahkan dari tokoh-tokoh politik.
Salah satu bentuk ancaman yang diterima adalah pernyataan bahwa jika Klub Lahumbo tetap datang dan bermain di wilayah Dulupi, maka akan terjadi kekacauan yang menyasar langsung kepada para pemain yang berlaga di semifinal.
“Demi menjaga ketertiban, keselamatan pemain, dan menjaga nama baik sepak bola di Boalemo, kami merekomendasikan agar turnamen ini dihentikan,” tegasnya.













