Serbu Pangan Murah, Masyarakat Boalemo Kecewa Tidak Dapat Kupon

{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"addons":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}

ERAPENA.COM- Kondisi ramainya warga yang berebutan untuk mendapatkan sembako murah, sempat menuai protes.

Pasalnya, banyak masyarakat yang mengaku kecewa karena tidak mendapat kupon pangan murah bersubsidi.

Dari pantauan Erapena.com, tepatnya di lapangan alun-alun Tilamuta, pangan murah ramainya warga yang ingin mendapatkan sembako murah, yakni beras, telur gula pasir, serta rempah-rempah.

Kepada erapena.com, salah seorang warga mengaku kecewa karena tidak kebagian kupon yang dibagikan petugas.

“Mungkin belum rezeki pak, cuman kasiang yang dari jauh-jauh kemari, lain kali tidak usah bekeng,” keluhnya.

Warga itu juga mengakui, adanya pasar murah tersebut diketahui melalui media sosial.

“Yang jelas kami kecewa, biar cuman 10 ribu Torang punya uang bentor mending Torang pigi di pasar, jadi mo dapa Bili beras 1 liter,” ungkapnya.

Sementara itu, Pj Sekda Boalemo Rahmat Biya mengatakan, kuota yang disediakan Pemerintah daerah hanya 1000 paket.

“Dinas itu sendiri menyesuaikan anggaran yang ada, untuk hari ini, yang dapat disubsidi oleh pemerintah daerah Boalemo hanya 1000 paket, akan tetapi kondisi hari ini yang datang lebih dari 1000 orang, sehingga mengakibatkan banyak masyarakat yang tidak terlayani,” ungkap PJ Sekda Boalemo.

“Ini masukan kami buat pemerintah daerah insya Allah untuk tahap berikutnya kami akan meningkatkan lagi pangan murah bersubsidi ini,” tambahnya.

Di tempat yang sama, kepala dinas pertanian kabupaten Boalemo Faisal Hurudji menjelaskan, pelaksanaan pangan murah bersubsidi itu, hanya tinggal sisah anggaran.

“Bajetnya dinas pertanian untuk bantuan pangan kepada masyarakat itu 1 miliyar 170 juta dan itu sudah selesai di 82 desa, kemudian sisah 300 juta itu dibuatlah GPM, tapi muda-mudah kami dapat bajet anggaran besar kami akan buat lagi di 82 Desa,” tutup Kadis Pertanian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *