Tanam Bambu Petung Massal, Pemkab Boalemo Siapkan Komoditas Ekspor

Erapena.com- Pemerintah Kabupaten Boalemo mulai mempersiapkan sektor kehutanan dan lingkungan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru melalui program Gerakan Sejuta Bambu.

Program ini tidak hanya berorientasi pada pelestarian lingkungan, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan bambu sebagai komoditas bernilai ekonomi tinggi.

Komitmen tersebut ditandai dengan penanaman massal Bambu Petung di Desa Bongo IV dan Desa Bongo Nol, Kecamatan Paguyaman, Sabtu (14/6/2026).

Bupati Boalemo, Rum Pagau, menegaskan bahwa Gerakan Sejuta Bambu merupakan bagian dari strategi pembangunan ekonomi hijau yang dirancang untuk jangka panjang.

Menurut Bupati Rum, program ini memiliki manfaat ganda, yakni memperbaiki kualitas lingkungan sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

“Wilayah kita ini tergolong panas. Melalui penanaman bambu, kita ingin menciptakan lingkungan yang lebih sejuk dan nyaman. Namun di luar itu, bambu memiliki nilai ekonomi yang luar biasa tinggi untuk menyuplai kebutuhan industri,” ujar Rum Pagau.

Rum menjelaskan, jenis Bambu Petung dipilih karena memiliki karakteristik yang kuat dan fleksibel sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku berbagai industri. Bahkan, bambu kini mulai digunakan sebagai alternatif pengganti kayu, papan hingga besi beton pada sektor konstruksi modern.

Karena itu, Pemkab Boalemo menargetkan hasil budidaya bambu tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar lokal, tetapi juga mampu menembus pasar ekspor.

“Pemkab Boalemo memproyeksikan hasil panen bambu ini tidak hanya untuk pasar lokal, melainkan disiapkan sebagai komoditas ekspor,” kata Rum Pagau.

Rum menyampaikan, pengembangan budidaya bambu berpotensi menghasilkan perputaran ekonomi yang besar.

Dengan pengelolaan yang tepat, sektor ini diyakini mampu memberikan pendapatan yang menjanjikan bagi masyarakat sekaligus mendukung program penurunan emisi dan adaptasi terhadap perubahan iklim.

Melalui Gerakan Sejuta Bambu, Pemkab Boalemo berharap dapat membangun ekosistem ekonomi hijau yang berkelanjutan, membuka lapangan kerja baru, serta menjadikan Boalemo sebagai salah satu sentra pengembangan bambu di kawasan Indonesia Timur. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *