Green Flag PKM Pangi Dan Pemdes Jemput Warga Barito Ke Posyandu, Maksimalkan Pelayanan Posyandu di Akses Sulit

Erapena.com- Medan yang sulit dan akses yang menantang tidak menjadi alasan bagi UPTD Puskesmas Pangi untuk menghentikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Melalui semangat green flag atau gerakan turun langsung ke lapangan, Kepala Puskesmas Pangi bersama Ketua TP PKK Desa, kader kesehatan, serta dukungan penuh Pemerintah Desa mendatangi warga hingga ke lokasi Barito untuk memastikan seluruh sasaran tetap mendapatkan pelayanan Posyandu.

Langkah jemput bola tersebut menjadi bukti bahwa pelayanan kesehatan dasar harus hadir tanpa memandang jarak maupun kondisi geografis.

Warga yang selama ini terkendala akses tetap memperoleh pemeriksaan kesehatan, pemantauan tumbuh kembang balita, pelayanan bagi ibu hamil, hingga edukasi kesehatan secara langsung.

Kepala Puskesmas Pangi, Zurriyah Iqdam Musa, S.Kep., menegaskan, Posyandu memiliki peran strategis dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Selain menjadi tempat pelayanan kesehatan ibu dan anak, Posyandu juga menjadi garda terdepan dalam pencegahan stunting, pemantauan gizi, imunisasi, serta deteksi dini berbagai masalah kesehatan.

“Medannya memang tidak mudah, tetapi kami tidak ingin ada masyarakat yang kehilangan hak atas pelayanan kesehatan. Karena itu, kami memilih turun langsung agar seluruh warga tetap terlayani secara maksimal,” ujarnya.

Kapus Zurriyah menambahkan, Keberhasilan kegiatan tersebut juga tidak lepas dari kolaborasi yang kuat antara Puskesmas Pangi, Pemerintah Desa, Ketua TP PKK Desa, dan para kader kesehatan.

Sinergi lintas sektor ini menjadi kunci dalam memperluas jangkauan pelayanan hingga ke wilayah yang sulit dijangkau.

Adapun, Pemerintah Desa turut memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Posyandu dengan memfasilitasi koordinasi di lapangan dan menggerakkan masyarakat untuk hadir mengikuti pelayanan.

Dukungan tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas kesehatan warga desa.

Semangat kolaborasi ini diharapkan terus terjaga sehingga tidak ada lagi masyarakat yang tertinggal dalam memperoleh layanan kesehatan. Di tengah keterbatasan akses, kehadiran tenaga kesehatan bersama pemerintah desa menjadi wujud nyata bahwa pelayanan publik dapat menjangkau hingga pelosok demi mewujudkan masyarakat yang lebih sehat. (Eca).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *