Keliru ! Bupati Rum Pagau Luruskan Isu Soal Mundur dari Partai Nasdem

Erapena.com- Bupati Boalemo, Rum Pagau, meluruskan pemberitaan yang menyebut dirinya akan keluar dari Partai Nasdem.

Klarifikasi itu disampaikan Bupati Rum saat diwawancarai sejumlah awak media pada Rabu, 12 November 2025.

Rum menjelaskan, pernyataannya saat memberikan sambutan pada Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Boalemo beberapa waktu lalu telah disalahartikan oleh sejumlah pihak.

Menurutnya Rum, yang ia maksud bukanlah keluar dari Partai Nasdem, melainkan mundur dari jabatannya sebagai Ketua DPC Partai Nasdem Kabupaten Boalemo.

“Yang saya maksud adalah mundur dari jabatan Ketua DPC Partai Nasdem Boalemo, bukan keluar dari partai,” tegas Rum.

Rum menuturkan, keputusannya itu diambil karena ia menyadari posisinya sebagai Kepala Daerah yang juga pembina seluruh partai politik di Kabupaten Boalemo.

“Sebagai Bupati, saya ingin berkolaborasi dengan semua partai politik untuk membangun daerah ini. Karena itu, saya memilih mundur dari jabatan ketua DPC Nasdem,” ujarnya.

Meski demikian, Rum memastikan dirinya tetap berkomitmen sebagai kader Partai Nasdem. Ia menegaskan bahwa bergabung dengan partai tersebut bukan semata keputusan politik, melainkan karena rasa hormat dan kedekatannya dengan Ketua DPW Partai Nasdem Sulawesi, Rachmat Gobel.

“Saya memilih Nasdem karena rasa hormat saya kepada Bapak Rachmat Gobel. Kedekatan kami sulit digambarkan dengan kata-kata. Hanya Allah yang tahu keikhlasan saya membantu beliau di partai ini,” tutur Rum.

Sebagai bukti kesetiaannya terhadap Partai Nasdem, Rum bahkan mendorong putranya, Rivel Priantoro Pagau, untuk menjadi Sekretaris Umum DPC Nasdem Boalemo.

“Bahkan dalam memilih wakil bupati di Pilkada kemarin, saya mengikuti petunjuk Bapak Rachmat Gobel. Intinya, saya hanya akan keluar dari partai ini jika beliau sendiri memutuskan keluar dari Nasdem,” jelas Rum menegaskan.

Dengan demikian, Rum Pagau memastikan kabar yang menyebut dirinya keluar dari Partai Nasdem adalah tidak benar dan keliru dalam penafsiran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *