Erapena.com- Kekeringan yang melanda Sungai Dimito berdampak terhadap ketersediaan air bersih di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, Gorontalo.
Debit air yang sebelumnya mencapai 20 liter per detik kini dilaporkan anjlok hingga tersisa 1 liter per detik.
Penurunan drastis tersebut menjadi tantangan serius bagi pelayanan air bersih kepada masyarakat, terutama jika kondisi kekeringan terus berlangsung dan tidak diimbangi dengan curah hujan yang memadai.
Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Boalemo, Hariyono Bokingo, mengungkapkan bahwa penurunan debit air di Wonosari telah mencapai tingkat yang cukup mengkhawatirkan.
“Debit air di Wonosari turun drastis, tadinya 20 liter per detik sekarang tinggal 1 liter per detik,” ungkap Hariyono.
Di tengah kondisi tersebut, Perumda Tirta Boalemo berupaya mengantisipasi keterbatasan pasokan air melalui pendistribusian menggunakan mobil tangki. Salah satu prioritas penyaluran saat ini adalah membantu memenuhi kebutuhan air bersih di Sekolah Rakyat.
Namun, upaya tersebut menghadapi kendala keterbatasan sarana pendukung. Perumda Tirta Boalemo saat ini hanya memiliki satu unit mobil tangki untuk menjangkau sejumlah wilayah pelayanan.
Adapun armada yang menjadi tumpuan distribusi telah berusia sekitar 23 tahun. Usia kendaraan yang lebih dari dua dekade itu menjadi salah satu tantangan dalam mendukung pelayanan air bersih, terlebih ketika kebutuhan masyarakat meningkat akibat penurunan debit sumber air.
Hariyono menjelaskan, armada tersebut tidak hanya melayani Kecamatan Wonosari, tetapi juga digunakan untuk mendistribusikan air bersih ke Kecamatan Paguyaman, sebagian wilayah Dulupi, sebagian Tilamuta, serta Kecamatan Mananggu.
“Armada tersebut tidak hanya digunakan untuk melayani Kecamatan Wonosari, tetapi juga menjangkau Kecamatan Paguyaman, sebagian wilayah Dulupi, sebagian Tilamuta, serta Kecamatan Mananggu,” ucapnya.
Keterbatasan armada membuat pendistribusian air bersih harus dilakukan dengan pengaturan prioritas, terutama ketika kebutuhan masyarakat meningkat di tengah menurunnya debit air.
Dengan cakupan pelayanan yang meliputi beberapa kecamatan, satu unit mobil tangki menjadi tumpuan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan.
Kondisi ini sekaligus menunjukkan besarnya tantangan pelayanan air bersih ketika sumber air mengalami penurunan debit, sementara sarana distribusi yang tersedia masih terbatas.
Jika kekeringan Sungai Dimito terus berlanjut, upaya menjaga ketersediaan air bersih di Wonosari membutuhkan langkah antisipasi yang terukur agar kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi.













