Usai Polisi Naik ke Saritani, Aktivitas PETI Diduga Kembali Berlanjut

Gambar Ilustrasi

Erapena.com- Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Wilayah Saritani, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, kembali menjadi sorotan.

Meski aparat kepolisian disebut sempat melakukan pengecekan ke lokasi, aktivitas pertambangan ilegal tersebut dikabarkan kembali berlanjut.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas langkah penertiban yang telah dilakukan aparat penegak hukum (APH). Pasalnya, penanganan PETI tidak cukup hanya dengan mendatangi lokasi, tetapi juga membutuhkan pengawasan berkelanjutan untuk memastikan aktivitas pertambangan tanpa izin benar-benar dihentikan.

Berdasarkan penelusuran tim media ini, aktivitas pertambangan yang diduga tidak mengantongi izin tersebut masih menjadi persoalan yang belum tuntas. Warga menilai, penertiban yang pernah dilakukan belum memberikan dampak signifikan terhadap penghentian aktivitas pertambangan di wilayah tersebut.

Informasi terbaru yang dihimpun media ini menyebutkan, beberapa hari lalu sejumlah anggota kepolisian sempat mendatangi kawasan pertambangan. Namun, tujuan kedatangan aparat tersebut belum diketahui secara pasti.

“Beberapa hari lalu ada polisi yang naik ke atas, Pak, cuma tidak tahu buat apa,” ungkap seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Warga tersebut juga menyebutkan bahwa dalam kunjungan itu tidak terlihat adanya alat berat yang diturunkan dari lokasi pertambangan.

“Tidak ada alat yang turun, Pak. Alat-alat itu cuma kumpul di sebelah, dan polisinya cuma naik ke arah Dulamayo sana,” tambahnya.

Hingga berita ini diterbitkan, tim media ini belum memperoleh keterangan resmi dari Kapolres Boalemo mengenai perkembangan penanganan PETI di Saritani maupun langkah lanjutan yang akan dilakukan untuk merespons informasi masih berlangsungnya aktivitas tersebut.

Upaya konfirmasi kepada Kasat Reskrim Polres Boalemo, Iptu Nurwahid Kiay Demak, yang dilakukan pada Selasa (27/10/2026), juga belum mendapatkan tanggapan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *