Erapena.com-Upaya mencegah kematian ibu tidak cukup hanya dilakukan saat kehamilan dan persalinan.
Edukasi kesehatan sejak usia remaja juga menjadi langkah penting untuk membangun kesadaran tentang kesehatan reproduksi serta mempersiapkan kehamilan yang sehat di masa mendatang.
Puskesmas Pangi, Kecamatan Dulupi, Kabupaten Boalemo, terus mendorong peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan ibu dan anak melalui edukasi pada remaja dan orang tua yang mempunyai anak remaja, Rabu 28 Oktober 2026 di desa Tangga Jaya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Masyarakat Desa Tangga Jaya, Desa Tangga barito, kader dan Sub PPKBD.
Salah satu upaya yang ditekankan adalah memberikan pemahaman kepada remaja mengenai kesehatan reproduksi, pemenuhan gizi seimbang, pencegahan anemia, serta penerapan pola hidup sehat.
Kepala Puskesmas Pangi, Zurriyah Iqdam Musa, S.Kep., M.KM., mengatakan, Edukasi tersebut dinilai penting karena kondisi kesehatan sebelum kehamilan turut memengaruhi kesehatan ibu dan bayi.
“Pengetahuan yang memadai sejak remaja dapat membantu menekan berbagai risiko yang dapat terjadi selama kehamilan maupun persalinan,” kata Kapus Zia sapaan akrab.
Kapus Zia menambahkan, pihaknya juga memberikan pemahaman pentingnya mengonsumsi makanan bergizi seimbang, mengonsumsi tablet tambah darah sesuai anjuran tenaga kesehatan, menjaga kebersihan diri, serta menghindari pernikahan dan kehamilan pada usia yang terlalu muda.
Selain itu, lanjut Kapus Zia, pengetahuan mengenai tanda bahaya kehamilan dan pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin perlu ditanamkan sejak dini. Dengan demikian, perempuan diharapkan mampu mengenali risiko kesehatan dan segera mendapatkan penanganan medis ketika dibutuhkan.
Kapus Zurriyah menyampaikan bahwa edukasi kesehatan sejak usia remaja dapat meningkatkan keterlibatan generasi muda, keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam mendukung kesehatan ibu dan anak.
Menurut Kapus Zia, pencegahan kematian ibu membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Tenaga kesehatan tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan keluarga dan lingkungan dalam memastikan perempuan memperoleh informasi kesehatan yang benar serta akses terhadap pelayanan kesehatan yang memadai.
Melalui edukasi yang dimulai sejak usia remaja, Kapus Zia berharap dapat berkontribusi dalam membangun generasi yang lebih sadar akan pentingnya kesehatan reproduksi sekaligus memperkuat upaya pencegahan risiko kehamilan dan persalinan di Kabupaten Boalemo.
“Pencegahan kematian ibu bukan sekadar upaya saat persalinan, melainkan investasi kesehatan jangka panjang yang perlu dibangun sejak usia remaja,” pungkasnya.













