Erapena.com- Puskesmas Pangi, Kabupaten Boalemo, menggelar sosialisasi dan pemeriksaan serentak kanker serviks atau kanker leher rahim menggunakan metode HPV DNA, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya kaum perempuan, terhadap pentingnya deteksi dini kanker serviks sebagai langkah pencegahan dan perlindungan kesehatan reproduksi.
Pelaksanaan kegiatan tersebut turut dihadiri Ibu Kapolsek Dulupi, Ketua Tim Penggerak PKK Desa, para kader kesehatan, serta masyarakat yang berpartisipasi dalam kegiatan sosialisasi dan pemeriksaan.
Kepala Puskesmas Pangi, Zurriyah Iqdam Musa, S.Kep., M.KM., menegaskan bahwa edukasi dan pemeriksaan dini memiliki peran penting dalam mendorong perempuan agar lebih peduli terhadap kesehatan reproduksi.
Menurut Kapus Zia, kesadaran untuk melakukan pemeriksaan sejak dini perlu terus ditingkatkan agar masyarakat tidak mengabaikan upaya pencegahan kanker serviks.
“Melalui kegiatan sosialisasi dan pemeriksaan ini, kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya deteksi dini kanker serviks. Kami juga mengajak kaum perempuan untuk memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia sebagai langkah pencegahan dan perlindungan terhadap kesehatan mereka,” ujar Zurriyah.
Kapus Zia berharap keterlibatan berbagai pihak, mulai dari tenaga kesehatan, pemerintah desa, kader kesehatan, hingga masyarakat, dapat memperluas penyebaran informasi mengenai pentingnya pemeriksaan kanker serviks.
Dalam kegiatan ini, pemeriksaan dilakukan menggunakan metode HPV DNA, yakni pemeriksaan untuk mendeteksi materi genetik Human Papillomavirus (HPV), terutama tipe berisiko tinggi yang berkaitan dengan kanker leher rahim.
Melalui metode tersebut, tenaga kesehatan dapat mengidentifikasi keberadaan HPV berisiko tinggi sebagai dasar untuk menentukan tindak lanjut sesuai hasil pemeriksaan.
Kapus Zia menekankan, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan masyarakat, tetapi juga mendorong semakin banyak perempuan untuk memanfaatkan layanan deteksi dini yang tersedia.
“Sinergi antara tenaga kesehatan, pemerintah desa, kader, dan masyarakat diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat upaya pencegahan kanker serviks di Kabupaten Boalemo,” tandasnya.













