DPRD Boalemo Soroti Kerusakan Irigasi Diduga Akibat Aktivitas PT PG Gorontalo

Anggota DPRD Boalemo Muhamad Amin saat meninjau lokasi

Erapena.com- Tanah retak dan sawah mengering kini menjadi pemandangan di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Wonosari. Saluran air yang dulunya menghidupi lahan pertanian warga kini tak lagi mengalir.

Muhammad Amin, anggota DPRD Kabupaten Boalemo, mengatakan, kondisi tersebut bukan semata dampak musim kemarau, melainkan akibat aktivitas PT PG Gorontalo.

Bahkan, Amin menemukan bukti bahwa perusahaan pengelola tebu itu telah merusak saluran air warga dengan dalih perbaikan lahan.

“Kurang lebih 50 hektare sawah di Desa Mekar Jaya terancam gagal tanam. Daya rusak pola manajemen PT PG ini sudah pada skala serius. Jangan karena masyarakat kita pemaaf dan ahli mengalah, lalu penanganan dan mediasi menjadi lamban,” ujar Amin, Senin (10/11/2025).

Amin menilai, persoalan ini bukan sekadar konflik lokal, melainkan sudah menyentuh kepentingan nasional. Menurutnya, kerusakan lahan dan matinya irigasi di Wonosari justru menggagalkan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan.

“Gubernur, Korem, Polda, Bupati, Kodim, hingga Polres harus peka dan bertindak. Negara tidak boleh diam ketika rakyat kehilangan air dan harapan. Ini soal masa depan pangan kita,” tegasnya.

Dijelaskan Amin, sejak tahun 2017 sawah-sawah di Desa Mekar Jaya tak lagi bisa ditanami karena mengering setelah alur sungai diubah oleh perusahaan.

“Akibatnya, sekitar 50 hektare lahan sawah gagal tanam,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Mekar Jaya, Suparman Ibrahim, S.Pd, membenarkan kondisi tersebut. Sayangnya, warga sudah berulang kali melapor kepada pihak perusahaan, namun hingga kini belum ada solusi.

“Sudah hampir delapan tahun warga kami tidak bisa menggarap sawah. Air yang seharusnya mengalir ke lahan pertanian kini dialihkan ke kebun tebu. Kami berharap pemerintah daerah dan DPRD bisa membantu agar aliran air kembali normal,” tutur Suparman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *