Erapena.com, Boalemo – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Boalemo mendesak Bupati Boalemo untuk segera mengevaluasi para pejabatnya yang dinilai bekerja dengan pola Asal Bapak Senang (ABS). Desakan ini mencuat pasca beredarnya rekaman voice note WhatsApp dari Camat Botumoito yang menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.
Dalam rekaman tersebut, Camat Botumoito memberikan instruksi kepada seluruh kepala desa se-Kecamatan Botumoito agar memantau warganya dan tidak ikut serta dalam aksi demonstrasi yang direncanakan berlangsung di Kantor Bupati, DPRD, Polres, dan Kejaksaan Negeri Boalemo.
Instruksi itu mendapat kritik keras dari berbagai pihak karena dianggap menghalangi hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. Bahkan, imbas dari rekaman tersebut, nama Wakil Bupati Boalemo juga ikut terseret dalam polemik publik.
Ketua HMI Cabang Boalemo, Mohammad Syarief Evansyah, menegaskan bahwa tindakan pejabat yang terlalu jauh melakukan improvisasi justru dapat menjadi blunder besar bagi pemerintahan daerah.
“Bupati Boalemo harus segera mengevaluasi pejabat yang hanya mementingkan kepentingan pribadi dan bersikap ABS. Jangan sampai improvisasi yang tidak dibutuhkan justru menyeret nama pimpinan daerah dan merugikan citra pemerintahan,” tegas Syarief.
Lebih lanjut, Syarief menyebut bahwa praktik semacam ini tidak boleh dibiarkan karena dapat merusak iklim demokrasi dan membuat masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap pemerintah daerah.
“Pemerintah harus fokus pada kepentingan rakyat, bukan membungkam aspirasi rakyat. HMI Boalemo akan terus mengawal isu ini hingga ada langkah tegas dari Bupati,” tambahnya.
Terakhir, dirinya menantikan sikap Bupati Boalemo, apakah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pejabat yang dinilai bermental ABS atau justru membiarkan praktik tersebut berlanjut. (*)













