Erapena.com- Aktivis muda Boalemo, Sahril Tialo, kembali angkat suara terkait penanganan kasus perjalan dinas fiktif DPRD Boalemo. Ia menilai Kejaksaan Negeri Boalemo lamban dalam menuntaskan perkara yang sudah lama menjadi sorotan publik.
“Kasus ini jangan dibiarkan diam di tempat, seolah-olah tidak ada progres. Jika Kajari benar-benar serius, tentu sudah ada kepastian hukum yang jelas. Faktanya, sampai hari ini kasus Perdis DPRD Boalemo jalan di tempat. Ini menunjukkan Kajari tidak becus menjalankan tugasnya,” tegas Sahril.
Sahril pun mempertanyakan langkah konkret yang telah dilakukan kejaksaan. Menurutnya, publik berhak tahu sejauh mana proses hukum kasus Perdis tersebut berjalan.
“Pertanyaannya, sudah sampai sejauh mana proses hukum terkait Perdis ini? Apakah sudah ada pemanggilan kepada para pihak di DPRD maupun Sekretariat DPRD? Atau jangan-jangan kasus ini hanya berhenti di meja penyidik tanpa ada tindakan nyata,” ucapnya dengan nada kritis.
Ia menegaskan, apabila dalam waktu satu minggu ke depan tidak ada progres yang jelas dari pihak Kejaksaan Negeri Boalemo, maka dirinya bersama elemen masyarakat dan mahasiswa akan kembali menggelar aksi.
“Jika dalam satu minggu ke depan Kajari tidak menunjukkan perkembangan, maka jangan salahkan kami jika turun kembali ke jalan. Rakyat butuh kepastian hukum, bukan janji kosong,” tutup Sahril dengan tegas.
Sebelumnya, kepala kejaksaan negeri Boalemo Nurul Anwar mengatakan bahwa pihaknya sedang mengumpulkan bukti-bukti kasus dugaan perjalanan dinas fiktif DPRD Boalemo dengan mendatangi sejumlah tempat yang sebelumnya menjadi tempat tujuan perdis anggota DPRD Boalemo Periode 2019 -2024.
Sejumlah kota besar sudah didatangi, seperti Manado, Makassar, Bandung dan Jogja. Nurul bilang pihaknya tinggal memperkuat dokumentasi yang ada, untuk memastikan benar tidaknya terkait kunjungan perjalanan dinas DPRD Boalemo.













