Erapena.com- Kinerja Kejaksaan Negeri Boalemo dalam menangani kasus dugaan Perjalanan Dinas (Perdis) fiktif DPRD mendapat sorotan dari aktivis Sahril Tialo.
Sahril menilai Kejari Boalemo memperlambat proses hukum. Padahal sebelumnya, beberapa bulan yang lalu kepala kejaksaan Boalemo mengatakan pihaknya sedang mengumpulkan bukti-bukti.
“Beberapa bulan yang lalu Kepala kejaksaan negeri Boalemo sudah menyampaikan dihadapan media bahwa pihaknya sedang mengumpulkan bukti-bukti kasus dugaan perjalanan dinas fiktif DPRD Boalemo dengan mendatangi sejumlah tempat yang sebelumnya menjadi tempat tujuan perdis anggota DPRD Boalemo Periode 2019 -2024,” ujar Sahril.
Bahkan lanjut Sahril, Sejumlah kota besar sudah didatangi, seperti Manado, Makassar, Bandung dan Jogja. Pihaknya tinggal memperkuat dokumentasi yang ada, untuk memastikan benar tidaknya terkait kunjungan perjalanan dinas DPRD Boalemo.
“Ini aneh, kenapa sampai saat ini belum ada proses hukumnya. Apakah ada aktor kuat yang dilindungi ? Kami patut curiga,” kata Sahril.
Sahril mendesak kejaksaan tinggi Gorontalo untuk mengambil alih kasus tersebut, jika Kejari Boalemo tak punya nyali.
“Kalau Kejari Boalemo tidak sanggup, maka Kejati Gorontalo yang ambil alih. Jangan sampai penegakan hukum mandek karena aparatnya tidak berani bertindak,” pungkasnya.













