PETI Tenilo Kembali Beroperasi, Benarkah Ada “Tiket Aman”?

Erapena.com- Aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Desa Tenilo, Kecamatan Paguyaman, kembali dilaporkan marak dan beroperasi secara terbuka.

Pantauan awak media, pada Selasa 14 April 2026 kemarin, Mesin dompeng dan jet terlihat beroperasi hampir setiap hari. Sementara dua unit excavator yang baru tiba juga terlihat bekerja menggali material.

Hal itu menandakan bahwa praktik tambang ilegal di kawasan Tenilo belum benar-benar berhenti meski sebelumnya telah beberapa kali dilakukan penertiban.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat. Mengapa aktivitas ilegal yang jelas-jelas melanggar hukum bisa kembali berjalan? Apakah ada pembiaran, atau bahkan dugaan adanya “tiket aman” bagi para pelaku?

Istilah “tiket aman” sendiri mulai ramai diperbincangkan, merujuk pada dugaan adanya pihak-pihak tertentu yang memberikan perlindungan atau jaminan sehingga aktivitas PETI dapat terus berlangsung tanpa penindakan berarti.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada bukti resmi yang menguatkan dugaan tersebut. Namun, fakta di lapangan memperlihatkan pola yang berulang.

Setelah penertiban dilakukan oleh pihak kepolisian, aktivitas serupa kembali muncul dalam waktu yang relatif singkat. Hal ini menimbulkan kesan bahwa penegakan hukum belum memberikan efek jera.

Warga pun mulai resah. Selain merusak lingkungan dan mencemari aliran sungai, praktik PETI juga dinilai merugikan negara serta menciptakan ketimpangan hukum di tengah masyarakat.

Situasi ini menuntut ketegasan aparat penegak hukum, transparansi dan konsistensi dalam penindakan menjadi kunci untuk menjawab berbagai spekulasi yang berkembang, termasuk isu “tiket aman” yang hingga kini masih menjadi tanda tanya besar.

Jika dibiarkan, bukan hanya lingkungan yang terancam, tetapi juga kepercayaan publik terhadap hukum yang dipertaruhkan.

Hingga berita ini diterbitkan, tim media masih menelusuri adanya isu oknum yang diduga berada di balik kembali maraknya aktivitas PETI di Desa Tenilo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *