Sahril Desak Kejaksaan Serius Tangani Kasus Korupsi di Momentum Hakordia 2025

Erapena.com- Memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2025, aktivis mahasiswa sekaligus tokoh pemuda Boalemo, Sahril Anwar Tialo, mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Boalemo untuk memperlihatkan komitmen nyata dalam penanganan kasus-kasus korupsi di daerah.

Sahril menyampaikan bahwa peringatan Hakordia tidak boleh sekadar seremonial tahunan, tetapi harus menjadi momentum untuk mendorong aparat penegak hukum bekerja lebih transparan, profesional, dan bebas dari keberpihakan.

“Hakordia ini bukan hanya soal upacara. Ini momentum untuk mengembalikan marwah penegakan hukum. Masyarakat menunggu keseriusan Kejari dalam menangani kasus-kasus yang merugikan daerah,” tegas Sahril.

Soroti Kasus Perjalanan Dinas Fiktif DPRD Boalemo

Sahril kembali mendesak, penuntasan kasus perjalanan dinas fiktif DPRD Boalemo yang selama ini menjadi perhatian publik. Ia meminta agar penyidik tidak tebang pilih dan tidak memberi ruang bagi siapapun untuk “diamankan” dari proses hukum.

Menurutnya, lambatnya perkembangan penanganan perkara membuat publik curiga adanya tarik ulur kepentingan yang berpotensi menghambat penegakan hukum.

“Jika Kejari Boalemo betul-betul punya komitmen pemberantasan korupsi, maka tidak boleh ada pihak yang diperlakukan istimewa. Semua harus diperiksa, termasuk pihak-pihak yang diduga kuat terlibat,” ujarnya.

Kritik Pada Lemahnya Transparansi Penegakan Hukum

Dalam pernyataannya, Sahril juga menyoroti minimnya keterbukaan informasi terkait perkembangan kasus. Ia menilai publik sebagai pihak dirugikan berhak mengetahui sejauh mana proses hukum berjalan.

“Keterbukaan itu penting. Kasus ini sudah lama menjadi keresahan masyarakat. Semakin berlarut-larut tanpa kejelasan, semakin hilang kepercayaan publik terhadap Kejari,” tambahnya.

 Aksi Lebih Besar

Sahril menyampaikan bahwa apabila Kejari tidak menunjukkan langkah konkret, pihaknya siap kembali turun ke jalan dengan kekuatan massa lebih besar untuk mendesak penuntasan kasus.

“Kami memberi waktu dan ruang bagi Kejari, tapi jika tidak ada progres berarti, maka kami akan datang dengan skala aksi yang lebih besar. Ini bukan ancaman, tapi bentuk komitmen kami menjaga daerah dari praktik korupsi,” tegasnya.

Momentum Hakordia untuk Boalemo Lebih Bersih

Sahril menutup dengan harapan agar Hakordia 2025 menjadi titik balik bagi penegakan hukum di Boalemo. Ia menyerukan agar masyarakat ikut mengawasi kinerja aparat hukum dan tidak takut bersuara.

Sebagai Pemuda Parlemen Indonesia, Sahril menegaskan bahwa komitmennya dalam mengawal isu antikorupsi bukanlah sikap sesaat, melainkan bagian dari tanggung jawab moral dan politik untuk memastikan pemerintahan daerah berjalan bersih, akuntabel, dan bebas dari praktik penyalahgunaan anggaran. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *